Debat Publik Tahap 2 Pilwalkot Surakarta

  1. Visi-misi BAJO terlalu ‘old style’ dan terlalu sederhana, sedangkan visi-misi Gibran-Teguh begitu up to date dan kekinian.
  2. Gibran tampak selalu mencatat berbagai point yang disampaikan saat debat. Karakter detail dan teliti sangat terlihat di berbagai kesempatan. menarik disimak bahwa Gibran selalu mencatat. Di era digital dimana orang mau melupakan tradisi tulis menulis, mencatat terasa menarik karena menyiratkan kesukaan belajar dan peduli literasi.
  3. Dalam memajukan daerah, Gibran-Teguh berkomitmen menjadikan kota yang ideal untuk tempat tinggal dengan meningkatkan pelayanan dasar, seperti kebutuhan pendidikan dan kesehatan.
  4. Terkait dengan pertanyaan menyangkut ‘branding kota’ BAJO hanya mengerti seputar pariwisata. Sedangkan Gibran menjawab permasalahan branding kota lebih utuh, menyangkut budaya, pariwisata dan tata kota.
  5. Solo gudangnya orang kreatif, gudangnya orang inovatif. Berbagai sektor terdampak, ke depan kita ingin melakukan percepatan ekonomi. Ada restrukturisasi kredit, pelonggaran pajak daerah hingga retribusi UMKM. Saya menjanjikan adanya Creative Hub.
  6. Gibran tampil lebih bagus di debat kedua. Jawabannya begitu holistic. Dia mengerti persoalan. Pertama, dia mengerti permasalahan di bidang ekonomi, langkah progesifnya adalah dengan Creative Hub yang mana menyediakan pelatihan soft skill dan hard skill dengan lompatan berupa pitching ke investor.
  7. Smart City (Kota cerdas) merupakan sebuah visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi beserta teknologi internet untuk segala dengan cara yang aman untuk mengelola aset kota.
  8. Gibran tampil lebih bagus di debat kedua. Jawabannya begitu holistic. Dia mengerti persoalan. Pertama, dia mengerti permasalahan di bidang ekonomi dan imbasnya ke UMKM, yang salah satu langkah progesifnya adalah dengan Creative Hub yang mana menyediakan pelatihan soft skill dan hard skill dengan salah satu lompatannya berupa pitching ke investor.
  9. Kota Solo sangat diuntungkan dengan pembangunan nasional. Adanya jalan toll Transjawa bisa memudahkan delivery time. Ini akan sangat mendorong sektor pariwisata di Solo, okupansi hotel naik, restoran penuh, dan itu bisa menaikkan PAD.
  10. Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) adalah kelembagaan di tingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku kepariwisataan yang memiliki kepedulian untuk mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *