Gibran dan Sisi Sosialnya

Oleh Stephen Kevin Giovani.

Gibran Rakabuming Raka. Nama ini sekarang menjadi bahan pergunjingan di Solo dan nasional. Kita semua tahu, Gibran adalah anak Presiden Jokowi. Kita juga tahu bahwa sebelum pencalonan walikota, Gibran terlihat sangat anti politik. Namun mengapa Gibran kali ini seolah-olah nekat maju menjadi bakal calon Walikota Solo alias AD 1?

Ia maju karena keresahan.

Ya, Gibran resah. Resah melihat pembangunan di Solo yg biasa saja bahkan stagnan, resah karena belum muncul lagi program inovatif di Solo, resah karena kemacetan jalan kerap terjadi, resah karena jalan-jalan protokol sering dibongkar pasang.

Saya juga resah akan hal-hal tersebut.

Yang juga membuat saya resah secara politik, partai-partai di Solo sepertinya belum berhasil menyiapkan kaderisasi. DPC PDIP Solo mengirimkan rekomendasi paket Puguh ke DPP. Paket ini berisi kader berumur 71 dan 61 tahun. Apa yang bisa diharapkan dari paket berumur segitu? Program inovatif? Memahami milenial? Sementara itu, partai-partai lain masih menunggu PDIP, kecuali PSI yang sudah mengunci dukungan pada Gibran.

Media massa nasional yang cenderung Jakarta sentris menyerang Gibran dari sisi dinasti, bau kencur, diminta belajar politik dulu, prestasi politik tidak ada. Sayangnya, kadang media massa di daerah juga terbawa arus ini. Mari kita menjawab serangan ini dengan membeberkan prestasi Gibran di bidang bisnis dan usaha.

Banyak dari kita yang tahu bahwa Gibran punya berbagai lini usaha. Usahanya yang paling besar adalah katering dan F&B. Namun ia juga punya usaha jas hujan dan reparasi barang-barang Apple.

Baca juga artikel di detik.com : Gurita Bisnis Gibran, Putra Jokowi yang Bertarung di Pilwalkot Solo.

Namun ada hal yg media nasional belum kupas. Apakah Gibran memiliki CSR alias Corporate Social Responsibility? Saya bisa menjawabnya: ADA.

Gibran memiliki CSR bernama Chilli Pari English Program (CPEP). CPEP bertugas mengajari bahasa Inggris kepada anak-anak usia sekolah, satu jam seminggu, secara gratis. Program ini sudah lama ada, bukan sesuatu yang dibuat jelang Pilkada. CPEP sekarang sudah berada di sekitar 30 lokasi di Solo Raya. CPEP dibuat dengan kongsi antara Gibran dan Yohanes Handoko, guru les Inggris wong Sumber yang juga kadang diajak Presiden Jokowi ke luar negeri sebagai interpreter.

Adik saya sudah mengikuti CPEP selama 3 tahun, dari kelas 4 hingga sekarang kelas 7. Rumah saya berjarak 10 menit jalan kaki dari tempat les CPEP, yang juga kantor pusat CPEP. Dan hingga sekarang, kemampuan bahasa Inggris adik saya tambah bagus, dan nyaman dengan lingkungan CPEP.

Menurut saya, tanggung jawab sosial yang ditabur jauh-jauh hari penting sebagai fondasi karir politik. Gibran sudah dan masih melakukannya. Hukum tabur tuai berlaku di sini: kemarin yang mengantar Gibran ke DPD PDIP Jateng sampai 20 bus, bukan?

Mari kita doakan Gibran, calon yang kita yakini bisa menjawab berbagai persoalan di Solo dengan lompatan, supaya bisa mendapat rekomendasi dari PDIP, lalu bertarung dan menang.

Stephen Kevin Giovanni
Wong Sumber, pemuda biasa yang hobi mengamati politik.

Ingin menyampaikan gagasan & dukungan untuk Gibran? Kirimkan tulisanmu ke e-mail relawan@konconegibran.com disertai nama & foto. Tulisan akan dimuat di website konconegibran.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *